Toyota Indonesia Punya Cara Tersendiri Hadapi Pelemahan Rupiah

posted in: Berita Mobil | 0 | Author : Ahmad Nur Ubaidah
rupiah
Toyota Indonesia punya cara sendiri hadapi pelemahan rupiah (Tengok.id)

OTOmart – Menghadapi pelemahan rupiah yang hampir menembus angka Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat, Toyota Motor Manufacturing (TMMIN) belum terlalu panik menghadapi kondisi tersebut. Produsen otomotif yang baru saja meresmikan pencapaian nilai ekspornya sebanyak 1 juta unit tersebut mengaku bahwa mereka telah mempunyai ‘obat’ untuk menghadapi kondisi tersebut, yaitu tingkat kandungan lokal yang cukup tinggi.

Baca Juga: Honda Belum Mau Naikkan Harga Jual Kendaraan Miliknya

Kendaraan yang diproduksi oleh TMMIN diketahui mempunyai tingkat kandungan lokal yang cukup tinggi, yaitu sebesar 94 persen. Angka tersebut menunjukkan jika komponen kendaraan yang diproduksi TMMIN dibeli dari pemasok lokal tier 1.

Selain tingginya tingkat kandungan lokal yang terdapat di dalam kendaraan produksinya, takaran true localization yang terdapat di setiap produk kendaraannya menandakan tingkat kandungan lokal berada di industry tier 1. Jadi, semakin tinggi tingkat kandungan lokal yang berasal dari tier 1, maka produksi komponen tier 1 akan banyak mengambil bahan baku lokal yang berasal dari tier 2.

Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono menjelaskan jika true localization saat ini telah mencapai angka 70 persen. Dirinya pun menargetkan untuk menaikkan true localization tersebut hingga mencapai angka 80 persen pada tahun 2020 mendatang.

“Saya tadi telah menyampaikan kepada Presiden mengenai true localization, terutama mengenai substitusi impor. Seperti melakukan kerja sama dengan PT Krakatau Steel, Inalum, Chandra Asri dan berbagai perusahaan lainnya. Dengan berbagai usaha tersebut, kami berharap ada upaya yang dilakukan untuk mengurangi impor, sehingga kita dapat menahan devisa,” Terang Warih.

Berdasarkan ekosistem pabrik produksi kendaraan, salah satu bagian yang mempunyai imbas paling besar dalam kondisi rupiah anjlok seperti sekarang ini adalah para pemasok komponen yang masih memanfaatkan bahan baku impor sebagai komponen produksinya.

Warih juga menjelaskan bahwa dalam kondisi rupiah yang anjlok begitu dalam, akan turut mempengaruhi industry komponen tier 2 dan tier 3 yang sebagian besarnya masih menggunakan material impor sebagai bahan bakunya.

Baca Juga: Mau Beli Mobil? Sebaiknya Lakukan Simulasi Kredit Mobil Dulu

“Kita punya 140 rantai pasokan, dimana semuanya kecil-kecil untuk pasokannya. Namun untuk tier 2 dan tier 3, materialnya fix cost. Cukup berat bagi mereka, apalagi tough merupakan salah satu kewajiban kita sebagai salah satu industry otomotif yang membantu mereka mengenai kesulitan yang mereka dapatkan. Mulai dari meningkatkan produktivitas atau justru meningkatkan industri hulu. Semua itu harus kita kerjakan,” terang Warih lagi.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter mengatakan bahwa kondisi pelemahan rupiah yang terjadi ini belum berpengaruh untuk jangka pendek ini. Akan tetapi, jika kondisi ini berlangsung cukup lama, maka tentunya dibutuhkan respons yang cepat untuk dapat menyesuaikan.

Namun untuk saat ini, TMMIN berusaha untuk mengatasi gejolak pelemahan rupiah ini dengan cara melakukan efisiensi teknis operasional pabrik.

“Dengan hal itu, maka para pekerja dapat menjadi lebih mudah dalam bekerja, sehingga membuatnya menjadi lebih cepat. Selain itu, kami juga tengah mencoba teknologi ramah lingkungan sekaligus yang energinya lebih efisien,” terang Edward lagi.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Usai Lebaran, Harga Kijang Innova 2018 Masih Rp 200 Jutaan

OTOmart – Siapa yang tidak mengenal dengan Toyota Kijang yang merupakan salah satu MPV...

Harga Tiket GIIAS 2019 Tidak Naik, Mulai Dijual Pre Sale Hari Ini

OTOmart – Salah satu pameran otomotif kelas dunia,  yaitu Gaikindo Indonesia International Auto Show...

Ini Alasan Banyak Orang Memilih Honda Mobilio Bekas

OTOmart – Low MPV nampaknya bukan hanya sekedar merajai produk mobil baru saja, melainkan...

Toyota Tawarkan Layanan Servis Mesin dan Spooring Pasca Mudik

OTOmart – Setelah berakhirnya masa mudik Lebaran dan digantikan dengan musim arus balik untuk...

Usai Lebaran, Toyota Avanza G Menguasai Penjualan Produk Toyota

OTOmart – Toyota Avanza 2019 saat ini terus menjadi market leader Toyota selama tahun...

Usai Lebaran, Harga Hatchback Honda dan Mazda Mengalami Kenaikan

OTOmart – Usai libur Lebaran, beberapa produsen mobil di Indonesia mulai merevisi harga mobil...