Pemerintah Jepang Dukung Akuisisi Toyota dan Mazda

posted in: Berita Mobil | 1 | Author : Ahmad Nur Ubaidah

pemerintah jepang

Otomart, Jakarta – Toyota dan Mazda secara resmi mengumumkan kerjasama pada Jum’at (4/8), kesepakatan yang terjalin antara dua pabrikan tersebut antara lain yaitu membangun pabrik patungan di Amerika Serikat, serta kerja sama untuk mengembangkan teknologi masa depan, mulai dari mobil listrik hingga ke otonomos.

Saat ini Toyota telah mengambil 5 persen saham Mazda, sedangkan Mazda hanya mengambil 0,25 persen saham Toyota. Kemitraan jangka panjang ini sebelumnya telah direncanakan tahun 2015 lalu oleh CEO Toyota Akio Toyoda dan CEO Mazda Masamichi Kogai.

Baca Juga : Toyota Akan Luncurkan MPV Limited Edition di GIIAS

Toyota Senior Managing Officer, Tetsuya Otake mengatakan bahwa mereka melakukan hal ini dengan tujuan agar dapat mengatasi rival baru yang berasal dari luar industri dan berinvestasi lebih banyak pada teknologi untuk generasi mendatang. Toyota juga bertekad untuk selalu berinovasi dengan merintis jalan baru di dalam industri yang cepat berubah dan bahkan cenderung mengeksplorasi merger dan akuisisi.

“Kami berniat untuk melakukan kegiatan yang lebih ofensif ke depannya. Kami harus menemukan arah baru, dan salah satunya adalah dengan melakukan merger dan akuisisi,” terang Otake.

Toyota melakukan hubungan erat dengan Mazda, sebab industri otomotif Jepang saat ini terfragmentasi menjadi tiga bagian, yaitu Toyota, Nissan dan Honda. Oleh sebab itu bagi beberapa pabrikan kecil Jepang, melakukan kemitraan dengan tiga pabrikan besar tersebut merupakan cara yang harus dilakukan agar terus dapat hidup dan bersaing.

Baca Juga : Mazda Akan Luncurkan CX-5 Generasi Kedua

Selain dari segi ekonomi, tekanan bagi pabrikan asal Jepang juga datang dari Silicon Valley yang saat ini terus mengembangkan system penggerak otonomos.

“Dahulu, persaingan antar produsen mobil adalah melalui penjualan serta volume. Namun saat ini, kami menghadapi persaingan baru, seperti Google, Amazon dan Apple. Itulah mengapa bagi kami saat ini penting untuk terus mengumpulkan mitra baru,” ucap Toyoda.

Pemerintah Jepang pun menyambut positif merger dua pabrikan tersebut, dan berharap dengan kolaborasi dua perusahaan tersebut dapat membuat sebuah teknologi di bidang otomotif yang baru sehingga dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang berada di luar Jepang.

Selain itu, kolaborasi antara dua perusahaan ini membuat pemerintah Jepang terus mempertimbangkan cara untuk mendukung penyebaran kendaraan generasi selanjutnya, seperti mobil listrik, mobil plug-in hybrid dan mobil hydrogen.

 

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Toyota Avanza Bekas Rajai Pasar Mobil Bekas di Indonesia

OTOmart – Selama periode Oktober 2019, Toyota Avanza bekas masih mengukuhkan dirinya sebagai mobil...

Harga Nissan X-Trail Bekas Kini Mulai Dari Rp70 juta

OTOmart – Menjelang libur akhir tahun 2019, banyak masyarakat yang mulai berburu mobil bekas....

Tips Merawat Mesin Isuzu Panther Diesel Agar Performa Tetap Stabil

OTOmart – Sejak awal kemunculannya, Isuzu Panther yang tergolong ke dalam jenis mobil MPV...

Tips Memilih Kaca Film Mobil Murah Namun Berkualitas

OTOmart – Salah satu aksesoris yang sering dicari dan banyak beredar di pasaran adalah...

Ternyata Ini Alasan Mengapa Kijang LGX Banyak Dicari!

OTOmart – Di antara banyak varian model Kijang yang beredar di pasar mobil bekas...

Banyak Dicari, Segini Harga Hyundai Santa Fe Sekarang!

OTOmart – Jika Anda ingin memiliki mobil SUV bekas dengan tampilan yang gagah, mempunyai...