Tilang Elektronik Mulai Diuji Coba di Jakarta Oktober Mendatang

posted in: Berita Mobil | 2 | Author : Ahmad Nur Ubaidah
tilang elektronik
Sistem tilang elektronik akan diuji coba Oktober mendatang (Taktik Lampung)

OTOmart – Setelah tahun lalu sempat menjadi wacana, maka Oktober mendatang, tilang elektronik atau e-Tilang siap diuji cobakan di beberapa jalan protokol Jakarta. Hal ini diinformasikan oleh Polda Metro Jaya serta Pemprov DKI Jakarta mengenai aturan electronic traffic law enforcement (E-TLE).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengatakan bahwa wacana penerapan tilang elektronik tersebut muncul karena dirasa cukup efektif untuk mengurangi masalah kemacetan yang terjadi di Jakarta. Kombes Yusuf juga menuturkan jika uji coba akan dilakukan selama satu bulan penuh sekaligus sebagai sosialisasi kepada para pengendara.

Baca Juga: Ditlantas Polri Tegaskan Usia Minimal Pembuat SIM 16 Tahun

Jika penerapan tilang elektronik ini terbukti efektif selama masa uji coba tersebut, maka pada bulan berikutnya akan langsung diterapkan secara penuh. “Hal ini sama saja seperti waktu kita melaksanakan peraturan ganjil-genap, dimulai dari Sudirman-Thamrin dulu, jalan-jalan protokol dulu, karena jalan-jalan tersebut dapat dipantau oleh semua kalangan dan semua lapisan masyarakat. Selain itu, masyarakat yang dari dalam kota Jakarta maupun dari luar kota Jakarta tentunya akan melalui jalan ini,” terang Kombes Yusuf lagi, seperti dilansir dari laman NTMCPolri.

Penerapan e-Tilang di jalan-jalan protokol nantinya akan menggunakan teknologi CCTV high definition yang ditempatkan pada sejumlah titik persimpangan yang berada di jalan-jalan protokol (Sudirman-Thamrin). Sehingga diharapkan pihak kepolisian dapat langsung melihat kesalahan para pengguna jalan, termasuk juga wajah pengemudinya, nomor polisi serta ciri-ciri fisik kendaraan. Setelah polisi mengetahui semua ciri-ciri tersebut, selanjutnya polisi akan mengirimkan surat bukti pelanggaran elektronik kepada pemilik kendaraan yang disertai dengan foto bukti pelanggaran hasil tangkapan CCTV, atau bisa juga Polisi langsung mendatangai rumah yang sesuai dengan data pemilik kendaraan tersebut.

e-tilang
Polisi siapkan e-tilang guna permudah pembayaran denda tilang (Indo Warta)

Guna mendukung program tilang elektronik ini, Kepolisian juga menyediakan aplikasi khusus e-Tilang guna memudahkan pengendara untuk mengurus denda yang harus dibayarkan para pelanggar atau pemilik kendaraan yang ketahuan melanggar. Sebagai layanan pembayaran denda elektronik melalui transfer virtual account yang berasal dari aplikasi e-Tilang, pihak Kemenhub telah bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Sistem digital e-Tilang ini tentunya memberikan kemudahan serta memberikan kondisi yang governance. Apalagi dengan diterapkannya sistem ini tentu kita akan mendapatkan level of service yang cukup bagus. Karena itu, melalui MoU dengan BRI ini, berarti ada suatu lompatan bagaimana kita memberikan pelayanan secara online serta memutus seluruh kegiatan yang selama ini kurang efektif dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, saya mengapresiasi kegiatan ini dan meminta kepada seluruh stakeholder terkait, termasuk dalam kegiatan ini untuk dapat ditindaklanjuti secara konsisten,” ucap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, seperti dilansir dari laman Dephub.go.id.

Baca Juga: Sekarang Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah Dengan e-Samsat

Denda maksimal yang diberikan bagi pengendara adalah sebesar Rp 500 ribu. Jika pengendara tidak menyelesaikan pembayaran denda tersebut dalam kurun waktu 2 minggu, maka STNK pelanggar akan secara otomatis terblokir. Kondisi ini dimungkinkan karena data yang berasal dari aplikasi e-Tilang langsung terhubung dengan server SIM online serta e-Samsat. Namun, saat masa uji coba tersebut, penindakan sementara hanya berlaku bagi kendaraan dengan nomor polisi B. Hal ini terjadi karena seluruh data kendaraan secara nasional belum terintegrasi.

Tilang elektronik sengaja diterapkan demi meningkatkan efektivitas kecepatan serta ketepatan dalam menindak para pengendara yang tidak tertib berlalu lintas serta memudahkan pembayaran demi mencegah terjadinya pungutan liar. Walaupun siap diuji coba, pihak kepolisian mengakui jika sistem e-Tilang masih mempunyai beberapa kendala, seperti peradilan pidana bagi para pengendara dan beberapa hal lainnya.

“Pada intinya semua pihak mendukung kegiatan ini sehingga tidak perlu lama-lama untuk segera diberlakukan. Jadi pelaksanaannya dilakukan sembari berjalan,” ucap Kombes Yusuf.

Sumber: Oto.com

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Sebelum Perjalanan Mudik, Perhatikan Kampas Rem Mobil Anda

OTOmart – Sebelum melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman, pastikan jika kendaraan Anda berada...

Cara Menghitung Bobot Bawaan di Mobil Sebelum Mudik

OTOmart – Hingga saat ini, mudik menggunakan mobil pribadi masih menjadi salah satu kendaraan...

Mudik Melalui Jalan Tol, Berikut Daftar Tarif Tol Trans Jawa 2019

OTOmart – Menjelang berakhirnya Ramadan 1440 H, banyak masyarakat yang ada di perantauan tengah...

Jelang Lebaran, Harga Jual Mobil Bekas Mengalami Peningkatan

OTOmart – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan terhadap mobil bekas semakin meningkat. Hal...

3 Asuransi Yang Perlu Disiapkan Sebelum Melakukan Perjalanan Mudik

OTOmart – Sebelum melakukan mudik, tedapat beberapa hal yang perlu Anda persiapkan. Salah satunya...

Kakorlantas Polri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran H-3 Hari Raya

OTOmart – Pada mudik Lebaran tahun ini sepertinya pengalaman mudik ke kampung halaman akan...