Kepolisian: Tes Praktik di Jalan Raya Belum Diperlukan

posted in: Berita Mobil | 1 | Author : Ahmad Nur Ubaidah
praktik
Tes praktik pembuatan SIM mobil (Youtube)

OTOmart – Dengan banyaknya tanggapan dari para masyarakat yang menilai bahwa metode praktik langsung di jalan raya merupakan metode yang paling tepat digunakan dalam pembuatan SIM dari pada tes psikologi, bukan berarti pihak Kepolisian langsung menyetujui hal tersebut. Bahkan Kepolisian menganggap jika metode tersebut belum dapat digunakan sebagai syarat baru dalam memperoleh surat izin mengemudi (SIM).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi SIM Polda Metro Jaya, Komisaris Fahri Siregar mengungkapkan jika metode praktik langsung belum akan digunakan oleh pihak Kepolisian dengan alasan bahwa mereka telah mempunyai tempat khusus untuk menguji kemampuan dari para pemohon SIM.

Baca Juga: Tes Psikologi Dalam Pembuatan SIM Diragukan Ciptakan Keselamatan

Fahri juga menuturkan jika lokasi pengujian yang dimiliki oleh pihaknya diklaim sanggup untuk melihat kemampuan dari para pemohon dilihat dari berbagai aspek yang ada di jalan raya. Mulai dari konsentrasi hingga tingkat kepatuhannya dalam mentaati rambu-rambu lalu lintas.

“Lingkungan kami sudah cukup memadai kok. Jadi asumsinya itu sebagai jalan raya,” ucap Fahri, seperti dilansir laman CNN Indonesia, Rabu (20/6) kemarin.

Fahri menambahkan jika ketentuan yang telah dibuat dan ditambah dengan berbagai tambahan lain, seperti tes psikologi diharapkan akan menjadikan para pengemudi menjadi lebih berkualitas.

“Kami mulainya itu dari basic (dasar) teknik mengemudi, seperti pengujian angka delapan yang bertujuan untuk mengetahui apakah pengemudi bisa putar balik secara profesional atau tidak. Kemudian rem menghindar. Jadi di sini ada basic (dasar) teknik maupun attitude secara teknis,” terangnya lagi.

Sebelumnya, keputusan untuk memasukkan tes psikologi sebagai salah satu syarat wajib untuk pembuatan SIM dikritik oleh pelatih Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu yang menilai jika syarat tersebut tidak efektif dan menawarkan metode tes praktik seperti yang pernah dilakukan pada era 1970-an sebagai solusinya ketimbang tes psikologi.

Baca Juga: Tes Psikologi SIM Bakal Dilakukan di Seluruh Indonesia

Jusri menilai uji kemudi yang langsung dipraktekkan di jalan raya dapat lebih efektif dalam mendeteksi berbagai hal, mulai dari karakter pemohon, ketertiban di jalan raya, kesabaran, empati seseorang ketika berkendara hingga keterampilannya dalam menyetir.

Namun menurut Jusri, saat ini yang menggunakan metode tersebut hanyalah perusahaan besar saja yang ingin memberikan fasilitas kendaraan kepada para pegawainya, serta beberapa negara-negara maju.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Ini Penyakit Pada Honda CRV Bekas Yang Sering Terjadi

OTOmart – Honda CRV bekas kini masih menjadi favorit pilihan masyarakat Indonesia, mengingat statusnya...

Daftar 10 Mobil Terlaris 2019 Berdasarkan Data Gaikindo

OTOmart – Sepanjang tahun 2019 lalu, total penjualan mobil di pasar otomotif Indonesia berhasil...

Kartu Tol Hilang Saat Berada Di Jalan Tol? Ini Cara Penyelesaiannya

OTOmart – Diberlakukannya sistem pembayaran cashless pada pengguna jalan tol, tentunya perlu disadari secara...

Ford Everest Bekas, Tenaga Badak Harga Mulai Rp 70 Jutaan

OTOmart – Meski telah lama hengkang dari pasar otomotif tanah air, beberapa produk dari...

Chevrolet Trax Bekas Kini Harganya Mulai Dari Rp 150 Jutaan

OTOmart – Anda sedang mencari mobil SUV bekas namun tidak ingin agar bodinya tidak...

Resmi Meluncur, Berikut Spesifikasi dan Harga Lengkap KIA Seltos

OTOmart – Di awal tahun 2020, PT Kreta Indo Artha (KIA) melakukan gebrakan dengan...