KTB Pisahkan Perusahaan Mobil dan Truk Mitsubishi

posted in: Berita Mobil | 0 | Author : OTOMART

OTOMART, Jakarta – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) pada akhirnya memutuskan untuk memisahkan bisnis mobil dan truk Mitsubishi. Setelah 46 berada di bawah payung satu perusahaan yang sama, kini KTB membagi bisnisnya menjadi dua yakni Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) dan Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Adapun fokus dari kedua perusahaan ini pun berbeda. Perusahaan ini akan mulai beroperasi pada April 2017.

MFTBC akan memfokuskan pada produksi dan distribusi Commercial Vehicle (CV). Sementara MMC akan melakukan produksi dan distribusi untuk bisnis Passenger car (PC) dan Light Commercial Vehicle (LCV).

ktb-pisahkan-perusahaan-mobil-dan-truk-mitsubishi
http://www.mobil123.com/

Untuk Anda ketahui, merek PC dengan logo Mitsubishi yang saat ini beredar di Indonesia adalah Mirage, Outlander Sport, Pajero Sport dan Delica. Sementara LCV berlambang Mitsubishi di antaranya Triton, Colt 120 dan Colt L300. Sementara truk Mitsubishi yang disebut CV dijual dalam tiga produk, Colt Diesel, Fuso dan Fuso Tractor Head.

Menurut siaran persnya yang kami terima hari ini (13/10), Mitsubishi di Indonesia percaya bahwa kebijakan ini akan memperluas dan mengoptimalkan usaha bisnis mereka di Indonesia. Atas dasar itulah, mereka merasa perlu dilakukan pembagian operasional bisnis di bawah dua merek.

Dengan pemisahan ini, masing-masing perusahaan diharapkan bisa fokus pada segmen pasar masing-masing, dan mampu merespon serta berkontribusi langsung pada setiap permintaan pasar dengan lebih cepat dan fleksibel.

Untuk diketahui, saat ini KTB adalah perusahaan manufaktur dan distributor untuk seluruh merek baik itu MFTBC dan MMC. Ke depannya, MMC yang bertugas mengoperasikan bisnis produksi dan distribusi mobil penumpang dan mobil niaga kecil akan dibagi dalam dua entitas perusahaan, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) sebagai produsen dan perusahaan baru khusus untuk distribusi.

Adapun struktur kepemilikan perusahaan Mitsubishi di Indonesia adalah sebagai berikut: MMKI : MMC 51 %, Mitsubishi Corporation 40% dan Krama Yudha 9% MFTBC : Krama Yudha 40%, Mitsubishi Corporation 30%, dan MFTBC 30% Perusahaan baru distributor MMC: Mitsubishi Corporation 40%, Krama Yudha (30%) dan MMC 30%.

KTB yang nantinya akan direstrukturisasi ini sebelumnya beroperasi sejak tahun 1970. Proses kegiatan bisnisnya dilakukan oleh PT Krama Yudha (KY) dengan partner bisnisnya, Mitsubishi Corporation. KTB telah berkembang dan menjadi pemimpin pasar di segmen commercial vehicle atau kendaraan niaga sejak saat itu. Belakangan, mereka memperluas usahanya dalam segmen mobil penumpang.

Dua tahun terakhir, KTB mengupayakan untuk melakukan usaha yang lebih keras di segmen mobil penumpang. Upaya terbaru yang sedang mereka lakukan adalah membangun fasilitas pabrik besar untuk memproduksi mobil penumpang yang saat ini masih berbentuk purwarupa dan bernama XM Concept.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Bursa Mobil Bekas Non-Jepang Harga Di Bawah Rp.100 Juta

Otomart – Saat ini, mobil bekas banyak diminati oleh para masyarakat kalangan menengah ke bawah, terutama untuk mobil bekas yang mempunyai rentang harga Rp.50 juta – Rp.100 juta. Berdasarkan data dari bursa mobil bekas, terdapat beberapa merek non-Jepang seperti Mercedes-Benz … Lihat Selengkapnya

Kapan Pertamina Terapkan Pembayaran Non Tunai Di Semua SPBU?

Otomart – Penggunaan transaksi uang elektronik (pembayaran non tunai) di SPBU telah mulai dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak dan Bank Indonesia. Bahkan Pertamina mulai merencanakan pemberlakukan non tunai di semua SPBU di Pontianak … Lihat Selengkapnya

Wuling Motor Mulai Kirimkan Mobilnya Ke Bali, Ini Daftar Harganya

Otomart – Setelah pada GIIAS 2017 lalu sempat memberikan kejutan dengan meluncurkan MPV pertamanya, Wuling Confero S yang banyak diminati para konsumen. Saat ini, Wuling Motor mulai berekspansi ke beberapa daerah yang ada di Indonesia, salah satunya adalah dengan mendirikan … Lihat Selengkapnya