Kementrian Perindustrian Wacanakan Pelumas Ber-SNI di Indonesia

posted in: Berita Mobil | 1 | Author : Ahmad Nur Ubaidah

kementrian perindustrian

Otomart – Kementrian Perindustrian akan menargetkan kewajiban menggunakan pelumas yang menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2018 mendatang. Langkah ini diambil untuk menekan peredaran volume pelumas impor yang semakin hari semakin bertambah ke Tanah Air.

Menanggapi wacana dari Kementrian Perindustrian tersebut, Marketing Director PT Astra Otoparts Tbk, Yusak Kristian, mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti regulasi yang ditetapkan jika memang wacana tersebut benar-benar dijalankan.

“Kami akan terus mengikuti regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sebenarnya masalah oli lebih ke NPT (nomor pelumas terdaftar) jadi bukan hanya SNI. Jika NPT telah dikeluarkan oleh kementrian Migas, itu berarti oli tersebut sudah memenuhi standar yang ditetapkan untuk dipasarkan di Indonesia,” ucap Yusak.

Baca Juga: Begini Cara Ganti Oli Mobil yang Baik dan Benar

Yusak menambahkan jika selama ini Shop&Drive lebih memperhatikan pelumas yang akan dipasarkan apakah termasuk NPT serta standar kualitas pelumas tersebut. Selama pelumas yang dipasarkan cocok digunakan oleh para konsumen serta telah mendapatkan NPT dari Migas, maka menurutnya hal tersebut tidak masalah.

Sedangkan untuk wacana penting atau tidaknya SNI untuk pelumas, menurutnya hal itu dianggap relative, sebab pasar di Indonesia masih sangat besar terutama jika menyangkut mengenai bisnis pelumas.

“Dari kaca mata pebisnis, Kita melihat bahwa pemerinta melakukan regulasi tentunya berdasarkan pertimbanga-pertimbangan, untuk itu kami ikuti saja. Permintaan untuk barang impor dan SNI sama-sama punya demand masing-masing, jadi memang sudah terbagi, jika semua diwajibkan menggunaka pelumas ber SNI,” kata Yusak

Baca Juga: Bengkel Olimart Niaga Motor Pertama di Blitar Resmi Dibuka

Untuk pasar aftermarket persaingan yang timbul semakin kuat. Namun Yusak mengatakan jika Shop&Drive sampai saat ini masih dapat tumbuh dengan baik. Bahkan hingga akhir tahun nanti Shop&Drive berencana meresmikan 10 outlet terbarunya.

“Hingga kini permintaan masih sangat baik, memang ada pertumbuhan tapi memang tinggi pertumbuhan yang kami harapkan. Untuk itu kami mempunyai target agar dapat tumbuh belasan persen, lebih tinggi dari gross domestic product (GDP). Mulai dair semester kedua hingga akhir tahun nanti, kami berharap dapat lebih baik lagi seiring dengan bertambahnya outlet dari 363 menjadi 373,” kata Yusak.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Usai Lebaran, Harga Kijang Innova 2018 Masih Rp 200 Jutaan

OTOmart – Siapa yang tidak mengenal dengan Toyota Kijang yang merupakan salah satu MPV...

Harga Tiket GIIAS 2019 Tidak Naik, Mulai Dijual Pre Sale Hari Ini

OTOmart – Salah satu pameran otomotif kelas dunia,  yaitu Gaikindo Indonesia International Auto Show...

Ini Alasan Banyak Orang Memilih Honda Mobilio Bekas

OTOmart – Low MPV nampaknya bukan hanya sekedar merajai produk mobil baru saja, melainkan...

Toyota Tawarkan Layanan Servis Mesin dan Spooring Pasca Mudik

OTOmart – Setelah berakhirnya masa mudik Lebaran dan digantikan dengan musim arus balik untuk...

Usai Lebaran, Toyota Avanza G Menguasai Penjualan Produk Toyota

OTOmart – Toyota Avanza 2019 saat ini terus menjadi market leader Toyota selama tahun...

Usai Lebaran, Harga Hatchback Honda dan Mazda Mengalami Kenaikan

OTOmart – Usai libur Lebaran, beberapa produsen mobil di Indonesia mulai merevisi harga mobil...