Indonesia Seharusnya Punya Tes Uji Tabrak Sendiri

posted in: Artikel Mobil | 0 | Author : Editor Otomart

OTOMART, Jakarta – Indonesia kini semakin maju dari sisi perkembangan industri otomotif. Tak khayal jika saat ini banyak kendaraan-kendaraan domestik yang meluncur di tanah air. Bahkan kemampuan produksi kendaraan tersebut mencapai 1 juta unit. Semakin banyak masyarakat menggunakan mobil tentu faktor keselamatan wajib diperhatikan bahkan ditingkatkan.

Penilaian keamanan bisa terlihat dari faktor tingkat keselamatan konsumen saat berkendara, serta bagaimana kemampuan mobil melindungi ketika terjadi tabrakan. Bukan hanya melindungi pengemudi dan penumpang di kabin tetapi juga pejalan kaki. Hal itu bisa diketahui jika pabrikan melakukan uji tabrak pada mobil yang sudah diproduksi.

Baca juga: Tes Uji Tabrak Mobil Produksi China Capai Rangking Tinggi

Namun, sayangnya untuk saat ini belum ada fasilitas uji tabrak di Tanah Air. Padahal dibanding negara se-Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar. Bahkan, melebihi Thailand yang kebanyakan produksi mobilnya untuk ekspor.

Seiring perkembangan industri otomotif di Indonesia, semakin banyak mobil dikembangkan dan diproduksi lokal. Oleh karenanya, maka Indonesia perlu memiliki fasilitas tes uji tabrak sendiri di Indonesia, sebagaimana dilontarkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

“Seharusnya itu ada level jaminan perlindungan buat konsumen. Kalau untuk mobil yang dikembangkan di Indonesia dan dipasarkan di dalam negeri seharusnya ada tes tabrak. Padahal di berbagai negara sudah mensyaratkan,” ucap pemegang gelar doktor ini seperti yang dilansir dari KompasOtomotif, Senin (5/12/2016).

Tri mengatakan selama ini kesadaran atas kemampuan mobil melindungi belum tinggi di Indonesia. Jika fasilitas tes tabrak di dalam negeri dinilai masih sulit diwujudkan, regulator sebenarnya bisa memasukan tes tabrak ke dalam salah satu syarat sertifikasi uji tipe kendaraan.

Selama ini yang terjadi tes tabrak mobil lokal dilakukan di luar negeri bersama prinsipal. Itupun atas kesadaran Agen Tunggal Pemegang Merek di Indonesia.

Baca juga: Keren, Daihatsu Sigra Raih 4 Bintang Tes Uji Tabrak

“Selain masalah kelayakan, emisi, seharusnya ditambahkan lagi di uji tipe soal keselamatan penumpang dan pedestrian. kalau itu sudah dipenuhi persyaratannya, baru bisa mengajukan ke Kementrian Perdangangan untuk mobil bisa dijual,” papar Tri.

“Kalau saya setuju harus ada, karena kan harus dibuktikan dulu secara persyaratan mobil memenuhi tes tabrak. Mengaturnya seperti apa, itu bisa bertahap, jadi artinya ada persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi, sebelum mobil bisa dijual,” ucap Tri.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

3 Mobil Pick-Up Terbaik dan Termurah di Indonesia

OTOmart – Bagi para pengusaha, bisnis akan berjalan dengan lancar jika ditunjang dengan sarana...

Daftar Harga Grand Max Minibus Daihatsu Agustus 2018

OTOmart – Hingga kini, Daihatsu Grand Max masih menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia....

Daftar Harga Toyota Kijang Innova Bekas Agustus 2018

OTOmart – Salah satu produk unggulan Toyota di mobil bersegmen medium MPV, Toyota Kijang...

Kelebihan dan Kekurangan Lampu LED Pada Kendaraan Anda

OTOmart – Saat ini telah banyak mobil yang menggunakan lampu berjenis light emitting diode...

Komparasi Brio RS dengan Ignis Sport Edition, Mana Yang Lebih Baik?

OTOmart – GIIAS 2018 baru saja berakhir namun terdapat beberapa produk baru yang muncul...

Jazz vs Yaris, Manakah Yang Lebih Unggul? Berikut Perbandingannya

OTOmart – Di pasar mobil nasional, persaingan dua pabrikan mobil asal Jepang, PT Honda...