Siapa Sangka Ternyata Hawa Udara Pemicu Bodi Mobil Berkarat

posted in: Berita Mobil | 0 | Author : Ahmad Nur Ubaidah
bodi mobil berkarat
Bodi Mobil Berkarat (Drive2.ru)

OTOmart – Karat atau korosi yang terjadi pada mobil merupakan salah satu masalah yang tidak dapat Anda biarkan begitu saja. Sebab, kondisi tersebut justru akan menyebabkan bodi mobil Anda menjadi bolong dan tidak sedap dipandang.

Namun, tahukah Anda jika faktor utama yang menyebabkan terjadinya karat pada mobil adalah cuaca serta lingkungan. Pemicu utama timbulnya karat atau korosi pada mobil adalah air hujan yang mengandung zat-zat negatif sehingga mampu mempercepat terjadinya korosi.

Baca Juga: Begini Cara Efektif Menghilangkan Goresan Pada Bodi Mobil Anda

Hendrik Susilo, Manajer Pemasaran PT Terang Parts Indonesia (pelapis anti karat merek Protera) mengatakan bahwa jika tidak ingin mobil kesayangannya tersebut berkarat, maka sebaiknya rajin-rajinlah mencuci mobil menggunakan air bersih dan keringkan bodi mobil Anda menggunakan lap bersih.

Hendrik juga menjelaskan jika hawa air laut yang terbawa angin ke darat juga menjadi salah satu faktor yang ikut memicu terjadinya korosi pada bodi mobil. Karena itu, sangat wajar jika pemilik kendaraan yang tinggal di wilayah pantai seringkali mendapatkan bodi mobil miliknya berkarat.

“Hawa udara asin juga bisa jadi karat meskipun mobil yang Anda miliki telah dilapisi anti karat sekalipun. Seperti yang telah saya bilang tadi, hawa yang berada di wilayah Jakarta Utara yang cukup asin ini dapat membuat terjadinya karat,” ucap Hendri, seperti dilansir laman CNN Indonesia, Selasa (7/8).

Selain itu, penyebab lain dari munculnya karat pada mobil adalah karena kendaraan sering melalui jalan kotor dan tidak langsung segera dicuci.

“Karena sering lewat daerah yang kotor, atau karena jarang dicuci juga kolong mobilnya sehingga membuat kotoran yang menempel pada bagian bodi atau kolong,” ucapnya lagi.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Aspal yang Menempel Pada Bodi Mobil

Hendri juga mengungkapkan jika karat merupakan senyawa yang mampu menyebar dengan cepat ke bagian lain. Karena itu, jika terdapat satu bagian yang berkarat, meskipun telah dibetulkan sebelumnya, namun tetap akan menyebar ke berbagai bagian lainnya.

“Jadi kalau diperbaiki satu sisi, maka sisi lainnya akan merembet terkena karat. Saat ini kami juga belum mampu mendeteksi karat, sebab mulainya dari bawah. Sama halnya seperti penyakit kanker pada manusia, dimana jika sudah sembuh akan balik lagi dan akan timbul di tempat lainnya,” terang Hendri lagi.

Sumber: CNN Indonesia

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Gara-Gara Mobil China, Pesona Avanza-Xenia Bekas Mulai Hilang

OTOmart – Sejak diluncurkan dan telah termasuk ke dalam segmen mobil terlaris sepanjang masa...

Penampakan Sedona Versi Terbaru di Vietnam, Ini Perubahannya

OTOmart – Salah satu produsen otomotif asal Korea Selatan, KIA, baru-baru ini telah meluncurkan...

Honda Indonesia Bakal Lakukan Ekspor Brio Ke Sejumlah Negara

OTOmart – Demi memperlebar penjualan produknya, PT Honda Prospect Motor (HPM) dikabarkan akan mengekspor...

Ingat! Kebijakan Ganjil Genap Mulai Diberlakukan Hari Ini

OTOmart – Setelah terjadi banyak perdebatan mengenai kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas jalan...

Perbandingan Daya Angkut Isuzu Traga vs Daihatsu Gran Max PickUp

OTOmart – Setelah diluncurkan pada awal tahun ini, Isuzu Traga yang merupakan produk terbaru...

Baru Dirilis di India, Ini Harga Datsun Go dan Datsun GO+

OTOmart – Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Datsun India merilis Datsun GO dan Datsun...