Ganti Oli Kendaraan Ditentukan Jarak Atau Waktu? Ini Jawabannya

posted in: Berita Mobil | 0 | Author : Ahmad Nur Ubaidah

ganti oli

Otomart – Bagi Anda yang baru saja mempunyai mobil sebaiknya mengerti mengenai pelumasan atau oli mesin. Sebab masalah pelumasan pada mesin kendaraan Anda sangat menentukan untuk kenyamanan berkendara Anda. Lalu kapan sih waktunya ganti oli yang baik?

Untuk mengganti oli kendaraan Anda, sebaiknya Anda memperhatikan waktu atau frekuensi yang tepat untuk masalah ini, sebab ada beberapa pendapat yang berbeda tentang kapan waktu terbaik untu ganti oli. Sebagian masyarakat berpedoman perawatan ala pabrikan, yaitu ketika jarak tempuh mobil telah mencapai 10.000 km. Namun, ada juga yang berpedoman mennggunakan waktu atau bulan. Lalu mana yang paling benar dari kedua pendapat ini?

Baca Juga: Kementrian Perindustrian Wacanakan Pelumas Ber-SNI di Indonesia

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Chief Technical and Training Officer Liqui, Moly Gordon Alexander Lit, menjelaskan bahwa kedua pendapat tersebut tidaklah salah, namun semuanya bergantung dari situasi pemakaian.

“Sesuai anjuran tidak salah, namun lihat kondisi yang terjadi. Jika di Jakarta atau kota besar lain dengan tingkat kemacetan yang tinggi, maka secara otomatis masa tercapainya jarak ideal akan lebih panjang,” kata Gordon, seperti dilansir Kompas.

Gordon memberikan gambaran batas pergantian oli yang berpedoman pada pabrikan, yaitu setiap 10.000 km, jika situasi jalan macet seperti di Jakarta, mungkin angka tersebut baru dapat tercapat setelah enam bulan. Namun, hal berbeda akan terjadi pada situasi jalan yang sepi atau kota kecil yang mungkin jarak tersebut akan dapat tercapat dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Baca Juga: Begini Cara Ganti Oli Mobil yang Baik dan Benar

“Meskipun jarak belum sampai, namun dengan kemacetan parah yang terjadi di Jakarta, akan membuat mesin bekerja dengan sangat ekstra setiap harinya. Belum lagi jika ditambah dengan cuaca panas, tentunya hal ini akan membuat mesin bekerja sangat keras. Untuk itu jika tinggal di kota besar, sebaiknya jangan melihat dari patokan jarak tempuh, namun lebih ke waktu, sebab dikhawatirkan pelumas tidak dapat bekerja maksimal untuk melindungi mesin dari gesekan,” ucap Gordon.

Oleh sebab itu, seiring dengan waktu pemakaian kendaraan yang semakin tinggi, maka secara otomatis kualitas pelumas juga akan semakin menurun. Selain itu, degradasi kualitas oli juga dapat dengan cepat menurun akibat dari berbagai faktor, seperti kondisi jalan, cara pemakaian serta cuaca.

“Untuk Jakarta, saya menyarankan untuk mengganti oli dalam setahun dilebihkan saja. Jika biasanya mengganti oli dalam setahun dua kali, ditambah jadi tiga kali ganti, untuk idealnya empat bulan sekali, jangan menunggu hingga mencapai jarak 10.000 km,” kata Gordon.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Bursa Mobil Bekas Non-Jepang Harga Di Bawah Rp.100 Juta

Otomart – Saat ini, mobil bekas banyak diminati oleh para masyarakat kalangan menengah ke bawah, terutama untuk mobil bekas yang mempunyai rentang harga Rp.50 juta – Rp.100 juta. Berdasarkan data dari bursa mobil bekas, terdapat beberapa merek non-Jepang seperti Mercedes-Benz … Lihat Selengkapnya

Kapan Pertamina Terapkan Pembayaran Non Tunai Di Semua SPBU?

Otomart – Penggunaan transaksi uang elektronik (pembayaran non tunai) di SPBU telah mulai dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak dan Bank Indonesia. Bahkan Pertamina mulai merencanakan pemberlakukan non tunai di semua SPBU di Pontianak … Lihat Selengkapnya

Wuling Motor Mulai Kirimkan Mobilnya Ke Bali, Ini Daftar Harganya

Otomart – Setelah pada GIIAS 2017 lalu sempat memberikan kejutan dengan meluncurkan MPV pertamanya, Wuling Confero S yang banyak diminati para konsumen. Saat ini, Wuling Motor mulai berekspansi ke beberapa daerah yang ada di Indonesia, salah satunya adalah dengan mendirikan … Lihat Selengkapnya