Dampak Takata, BMW Recall Ratusan Ribu Mobil di China

posted in: Berita Mobil | 0 | Author : Editor Otomart

OTOMART, China – Tak hanya merek-merek lain yang terkena dampak kerusakan airbag buatan Takata, BMW pun terkena imbasnya. Di China, BMW terpaksa menarik kembali mobil yang telah mereka jual. Mobil yang sudah mereka jual terindikasi cacat produksi pada bagian airbag.

Tidak hanya ribuan unit melainkan ada ratusan ribu unit yang harus segera diperbaiki. Tercatat ada 200.000 unit mobil BMW yang terkena dampak recall akibat airbag ini. Sementara cacat produksi ini dilaporkan oleh General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine (AQSI). Menurut AQSI airbag yang terdapat pada 200.000 unit mobil BMW bukannya melindungi pengemudi namun malah dapat membahayakan.

Dilansir dari laman Oto.com, ini lantaran generator gas di airbag buatan Takata, dianggap berbahaya. Recall yang terjadi di China ini mirip dengan kejadian serupa di Amerika Serikat dan berbagai belahan dunia lain, termasuk Indonesia. Mobil-mobil yang terkena recall terdiri dari 168.861 yang diimpor dan diproduksi pada Desember 2005 hingga Desember 2011. Sisanya, sebanyak 24.750 mobil yang diproduksi di lokal China antara Juli 2005 hingga Desember 2011.

Walaupun begitu, BMW memberikan kemudahan dan fasilitas terbaik bagi para konsumen yang mobilnya direcall. Dalam melakukan perbaikan, BMW menyatakan tidak memungut biaya atau gratis.

Jika dilihat sebelumnya, pabrikan mobil asal Jerman ini, telah melakukan recall hingga 154.000 unit mobilnya di pasar Amerika Serikat. Dampak airbag buatan Takata tidak hanya menghinggapi BMW, namun para produsen mobil lain seperti Nissan, Honda, Toyota, GM. Bahkan Ferrari, McLaren dan Tesla, juga terpaksa ikutan melakukan recall pada mobil buatannya.

Hingga saat ini, baru 29 juta kendaraan di Amerika Serikat yang recall, dan 12,5 juta airbag yang diperbaiki. Bahkan, dilaporkan sudah terdapat korban meninggal akibat cacat produksi di bagian airbag ini. Setidaknya, tak kurang dari 11 korban meregang nyawa, sementara 184 lainnya mengalami cedera saat airbag mengembang.

Akibat kasus yang dihadapi, produsen airbag Takata tengah menghadapi tuntutan denda maksimal US$ 1 Milliar atau sekitar Rp 13,48 trilliun. Wacana ini muncul setelah Departemen Pengadilan Amerika Serikat (AS) mendiskusikan jalan keluar agar Takata sebagai suplier airbag yang mencelakakan, mengaku bersalah.

Seperti dilansir Wall Street Journal, Jaksa Federal dan tim pengacara Takata sedang menyusun perjanjian yang adil sebagai bagian tanggung jawab perusahaan ini atas produknya yang justru membahayakan penumpang. Dikabarkan, paling cepat perjanjian ini akan selesai pada Januari ini, namun tak menutup kemungkinan prosesnya bisa lebih lama.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Inilah Fitur Mobil Agya Terbaru Juli 2018 Serta Harganya

OTOmart – Salah satu produk kembar buatan Toyota, yaitu Toyota Agya telah mengalami beberapa...

Penjualan Toyota Avanza Juni 2018 Berhasil Kalahkan Xpander

OTOmart – Siapa yang menyangka akhirnya Toyota Avanza berhasil merengkuh kembali tahtanya setelah diambil...

Daihatsu Sumringah Penjualannya Naik 6,98 Persen, Ini Produk Terlarisnya

OTOmart – Mengakhiri semester pertama tahun ini, Daihatsu mendapatkan kabar gembira. Sebab, berdasarkan data...

Daftar 10 Mobil Terlaris di Pertengahan Tahun 2018

OTOmart – Berdasarkan data yang diambil dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), paruh...

Mitsubishi Motors Luncurkan Varian Terbaru Xpander di GIIAS 2018

OTOmart – Menjelang digelarnya pameran otomotif terbesar, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018...

Fortuner Jadi Armada Tambahan Toyota Home Service

OTOmart – Dengan tingginya animo masyarakat terhadap layanan Toyota Home Service (THS) dari Auto2000...