Sekarang Bikin SIM Harus Ikut Tes Psikologi

posted in: Berita Mobil | 1 | Author : Ahmad Nur Ubaidah
psikologi
Polda Metro Jaya akan berlakukan tes psikologi dalam pembuatan SIM (Inanesia)

OTOmart – Bagi InaAnda yang ingin membuat Surat Izin Mengemudi sebaiknya segera mempersiapkan diri Anda untuk mengikuti tes psikologi. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang fatal pada setiap pengendara, baik roda empat maupun roda dua.

Penerapan tes psikologi ini sendiri merupakan bagian amanah yang tertuang dalam pasal 81 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dituangkan kembali dalam pasal 35 Peraturan Kapolri No.9 Tahun 2012 perihal Surat Izin Mengemudi.

Baca Juga: Ditlantas Polri Tegaskan Usia Minimal Pembuat SIM 16 Tahun

“Dengan diterapkannya tes psikologi dalam penerbitan SIM, maka diharapkan hal ini mampu mencegah terjadinya laka lantas yang disebabkan oleh faktor psikologis seseorang. Seperti kasus tahun 2015 lalu yang berada di jalan Sultan Iskandar Muda, dimana pada saat itu, tersangka berinisial CDS menabrak beberapa pengemudi sepeda motor dan mobil yang menyebabkan terjadinya korban meninggal dunia dan luka-luka. Setelah dilakukan penyelidikan, dari hasil pengakuan tersangka mengakui bahwa dirinya telah mengkonsumsi narkotika jenis LSD yang dapat menyebabkan terjadinya halusinogen. Kemudian berdasarkan hasil tes psikologi tersangka didapatkan hasil bahwa psikologinya tengah mengalami gangguan karena terjadi penurunan kontol emosi sehingga terjadi halusinasi, rasa panik dan takut akibat dari mengkonsumsi LSD. Kondisi psikologis seperti ini tentunya akan sangat membahayakan para pengemudi dan para pengguna jalan lainnya,” ucap Kasi SIM Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar dalam pernyataan yang dilontarkannya, Selasa (19/6), seperti dilansir laman Detik.com.

Tes psikologi ini nantinya akan diberlakukan bagi seluruh golongan SIM dan nantinya akan segera diberlakukan bagi pengajuan SIM baru, peningkatan golongan SIM serta perpanjangan SIM.

“Sebenarnya tes psikologi telah dilakukan dalam penerbitan SIM. Namun, hanya bagi penerbitan SIM umum saja, sedangkan bagi golongan SIM lainnya hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan saja, seperti pemeriksaan pendengaran, penglihatan dan perawakan,” terang Fahri lagi.

Baca Juga: Wajibkan SIM A Umum Bagi Pengemudi Taksi Online

Aturan berdasarkan undang-undang tersebut juga menyebutkan bahwa salah satu syarat dalam melakukan penerbitan SIM yaitu melalui pengecekan kesehatan, baik kesehatan jasmani serta kesehatan rohani. Karena itu, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rohani, Polda Metro Jaya menerapkan materi tes yang akan menilai dari beberapa aspek, seperti kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan dalam menyesuaikan diri, stabilitas emosi serta ketahanan kerja.

“Untuk tes psikologi ini nantinya akan dilakukan oleh lembaga psikologi yang telah mendapatkan pembinaan serta pengawasan langsung dari bagian psikologi Polda Metro Jaya,” ucapnya lagi.

temukan mobil impian anda

Berita mobil terkait

Selama Awal Tahun 2019, Penjualan Mobil Bekas Alami Peningkatan

OTOmart – Gaikindo sebagai induk otomotif di tanah air pada beberapa waktu yang lalu...

Rekomendasi MPV Bekas, Nissan Serena Bekas Dibanderol Rp 150 Juta

OTOmart – Punya daya angkut serta tingkat kepraktisan yang baik, membuat mobil bersegmen MPV...

Mobil HRV 2019 Bakal Facelift, Tampil Lebih Elegan dan Mewah

OTOmart – Salah satu mobil SUV unggulan Honda, yaitu Honda HR-V dikabarkan akan mengalami...

Penghasilan Rp 4 Juta, Pilih Mobil LCGC atau Low MPV Bekas?

OTOmart – Mobil merupakan salah satu pilihan bagi keluarga muda yang mempunyai keinginan untuk...

Sebelum Luncurkan Tipe Sport, Suzuki Hadirkan Ertiga Black Edition

OTOmart – Suzuki dikabarkan akan mengeluarkan produk terbaru dari Suzuki Ertiga, yang diberi nama...

Harga Mitsubishi Outlander Sport Bekas Sekarang Cuma Rp 150 Jutaan

OTOmart – Anda mempunyai dana sebesar Rp 150 jutaan namun ingin mempunyai kendaraan SUV?...